1. Pada tahun 1963 dimulai Kebaktian Sekolah Minggu bertempat di Jl. Kebon Kosong Gg 20, Kemayoran, Jakarta Pusat (di rumah keluarga Arnan Helly Marshali). Pada perayaan natal tahun itu diundang juga orangtua murid sekolah minggu. Melalui kegiatan penginjilan dan perkunjungan, banyak orang tua anak-anak Sekolah Minggu dimenangkan bagi Tuhan. Mereka beribadah di GGP Ecclesia Christi, Jakarta Pusat sebagai induk organisasi. Selanjutnya setiap hari Minggu pagi diadakan Kebaktian anak-anak Sekolah Minggu di Jl. Kebon Kosong Gg 20 tersebut. Pelayan-pelayan disana adalah Bapak Arnan Helly Marshali sendiri dibantu oleh beberapa orang pelayan diantaranya Bapak Wahjudi Firman.
2. Pada tahun 1966, Kebaktian Sekolah Minggu dipindahkan ke Jl. Kebon Kosong Gg 25 (rumah keluarga R. Sutrisno), karena keluarga Arnan Helly Marshali pindah ke daerah lain.
3. Pada tahun 1967 diresmikan berdirinya Pos Penginjilan GGP Ecclesia Christi di daerah Kemayoran dengan nama Pos Kebon Kosong. Sebagai penanggungjawab pos adalah Bapak Arnan Helly Marshali dibantu oleh beberapa pelayan antara lain Bapak Wahjudi Firman dan Bapak Ngabei Saufi.
4. Pada tahun 1969 dibuka kelas Sekolah Minggu yang kedua di daerah Kemayoran, yaitu di Jalan Kalibaru Barat No. 238 Jakarta Pusat (diawali dengan Perayaan Natal). Rumah tersebut milik keluarga Surya Atmaja dan keluarga ini memberikan paviliun rumahnya yang sehari-hari dipergunakan sebagai pool dan bengkel kendaraan roda tiga (becak dan bajaj) untuk diselenggarakan Kebaktian, sebagai wujud terima kasihnya kepada Tuhan atas mujizat yang terjadi pada salah seorang anaknya.
5. Dengan meningkatnya usia anak-anak Sekolah Minggu dan adanya anak-anak remaja yang pindah ke gereja lain karena belum adanya kebaktian remaja, maka pada tanggal 6 September 1970 diadakan Kebaktian Remaja dan Muda/i di Jalan Kalibaru Barat No. 238 dan selanjutnya diadakan Kebaktian Umum setiap minggu sore.
6. Dengan berkembangnya jumlah jemaat yang beribadah dan meningkatnya kegiatan peribadahan maka Pos Kebon Kosong ini dalam Sidang Lengkap Majelis Daerah GGP Jawa Barat dan DKI Jakarta yang diselenggarakan dari tanggal 20 s.d. 22 Mei 1976 ditingkatkan menjadi jemaat mandiri dengan nama GGP Jemaat Kemayoran, dengan gembala jemaat Pdm. Arnan H. Marshali. Anak-anak Sekolah Minggu yang beribadah di Jl. Kebon Kosong Gg 25 yang orangtuanya beribadah di Jemaat Kemayoran, ikut bergabung dan beribadah di Jl. Kalibaru Barat No. 238 Jakarta Pusat. Pada tanggal 16 Maret 1977 Pdm. Arnan Helly Marshali jatuh sakit dan pelayanan selanjutnya ditangani oleh Majelis Jemaat sampai dengan tahun 1983. Pelayan-pelayan yang melayani antara lain Bapak Wahjudi Firman dan Bapak Ootje Schifferling.
7. Pada bulan Februari 1984 Majelis Daerah telah menetapkan Pdt. Lucas H. Jonathan sebagai “Gembala Jemaat Diperbantukan” dan pada tanggal 27 Oktober 1985 mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Pelayanan selanjutnya ditangani oleh Majelis Daerah Jawa.
8. Pada tanggal 8 Januari 1986 Majelis Daerah menetapkan Pdp. Simon M. Gunawan sebagai Pejabat Sementara Gembala Jemaat dan pada tanggal 12 Juli 1987 dilantik sebagai Gembala Jemaat. Pada tanggal 15 Maret 1990 Pdm. Simon M. Gunawan mengundurkan diri sebagai Gembala Jemaat dan pelayanan firman Tuhan selanjutnya diatur oleh Majelis Wilayah DKI Jakarta dan pelayanan lainnya diserahkan kepada Majelis Jemaat.
9. Jemaat beribadah dengan cara berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain, diawali dari Jl. JKalibaru Barat No. 238 Pasar Nangka, tahun 1989 di Kebon Kosong Gg 12/706, Kemayoran Jakarta Pusat, kemudian di. Kebon Kosong Gg 22/116, dan terakhir di GGP Kanaan, Jl. Kelinci Raya No. 66 sejak bulan Agustus 1998 sampai sekarang.
10. Pada tanggal 14 April 1991 Pdt. Jusuf Ishak ditetapkan sebagai Pejabat Gembala Jemaat dan pada tanggal 28 November 1993 ditetapkan sebagai Gembala Jemaat GGP Kemayoran.
11. Jemaat GGP Kemayoran sejak bulan Mei 2000 berganti nama menjadi Jemaat GGP Metanoia.
Jakarta, 23 Mei 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar